Mikaoow

Lagi artikel ini saya buat tahun kemarin diblog saya yang lama. pengen saya hapus artikel ini tapi sayang soalnya berkesan hehehe....

Tahun ini saya mudik lagi, saya selalu menyambut suka cita moment satu ini meskipun untuk mudik benar-benar butuh sesuatu yang extra, extra money, extra waktu, extra tenaga dll. Setiap kali mudik ada PR besar dikepala saya, sesuatu yang tidak bisa saya tahlukkan dari tahun ke tahun tiap kali mudik ke kampong halaman. Heheheh…kapan yah saya bisa menahlukkan pohon kelapa disamping rumah?
Kelihatanya PR bodoh tapi ini sangat berarti buat saya.
Sesuatu yang tidak bisa ditahlukkan itu membuat penasaran, gak percaya coba saja hehehe… kejadian ini saya alami ketika moment mudik saat saya masih kuliah. Saya pengen banget es degan buat buka puasa. Berhubung bapak saya sudah tua tak mungkinlah saya menyuruh beliau, dan kakak laki-lakiku entah kemana perginya, menyuruh emak cek durhakane. Akhirnya saya nekat manjat sendiri (waktu itu pohon kelapa samping rumah kira-kira masih 2,5 meteran lah). Secara dulunya saya jago banget manjat, pohon rambutan, mangga, sawo, jengkol, jambu baik milik sendiri maupun milik tetangga udah pernah saya jelajahin.
Awalnya tidak ada masalah, ketika hampir sampai puncak masalahpun terjadi. Disitu sama sekali gak ada pijakan buat kaki (biasanya pohon kelapa dibagian batangnya ada tempat pijakan, dibuat dengan member i cekungan pada batang pohon). Disitulah saya panic. Mau turun kaki gak nyampe ke pijakan pohon . mau naik ke atas pelepah pohon kelapa tangan gak sampai. Saya hanya bisa memeluk pohon kelapa dengan kaki n tangan gemetaran sangking pegelnya. Karena saya sudah kondisi terjepit akhirnya emergency call. Teriak –teriak minta tolong bapak wkwkwk…
Bapak saya gak kalah panic lihat anak wanita satu-satunya nemplok dipohon kelapa. Bisa naik gak bisa turun. Akhire bapak ikut manjat pohon . buatin jalan /pijakan buat anaknya. jadilah anak beranak nemplok dipohon kelapa. Akhire saya bisa turun dengan selamat plus dapat petuah pxlxt dari bapak n emak (emak sebenarnya ikut nonton tapi Cuma bisa teriak-teriak saja).
Tahun-tahun berikutnya ketika saya mudik lagi saya pengen banget nyoba manjat lagi, tapi yah you knowlah saya sudah diblacklist ma emak n bapak. Alhasil tiap mudik PR itu tidak pernah selesai saya kerjakan ,dan  saya hanya bisa memandangi pohon itu.  Dan pohon kelapa itu lama kelamaan makin tinggi, makin sulit saya jangkau dengan tubuh saya yang lemah n kemakan usia ini (T-T). intinya apa sih dari yang saya postin ini? saya juga gak tahu. Intinya panjatlah pohon selagi kamu bisa, selagi kalian mampu , selagi masih muda, jangan sampai kalian menyesal . karena waktu terus berputar dan semua tidak akan sama jika kalian sudah termakan usia.
Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar